Pernah nggak sih lo ngerasa, satu perangkat doang nggak cukup buat nampung semua aktivitas lo sehari-hari? Pagi-pagi buat ngedit video, sorenya main game kompetitif, malemnya ngerjain laporan. Gue juga gitu.
Nah, Juli 2026 ini, Logitech kayaknya lagi sengaja bikin heboh dua kubu sekaligus. Buat lo yang demen nge-game dengan kecepatan kilat, mereka hadir dengan mouse dan keyboard polling rate 8000 Hz. Tapi buat lo yang lebih sering berkutat dengan konten kreatif, mereka punya solusi yang bikin lo bisa ngeselin tanpa mouse. Dua dunia, satu misi: performa premium untuk semua.
Sisi Gamer: 8000 Hz dan Era Baru Kecepatan
Buat lo yang main game FPS kayak Valorant atau CS:GO, polling rate itu bukan cuma angka. Itu beda antara “headshot” dan “nyasar.” Di 2026, standar 1000 Hz udah mulai ditinggalin . Logitech G ngebut dengan deretan produk anyar yang siap ngasah refleks lo.
Logitech G305 X SUPERLIGHT: Si 59 Gram dengan Sensor Gahar
Ini mouse wireless yang ngebawa “teknologi yang biasanya cuma ada di produk premium, ke harga yang lebih ramah di kantong” . Spesifikasinya bikin melongo:
- Berat cuma 59 gram (ringan banget buat gerak cepeeeet!)
- Sensor HERO 44K dengan DPI sampai 44.000 (sub-micron tracking-nya bikin gerakan lo presisi abis)
- Polling rate sampai 8000 Hz via receiver PRO LIGHTSPEED—ini artinya input lo ke PC terjadi setiap 0.125 milidetik
- Bisa dipake pake LIGHTSPEED, Bluetooth, atau kabel USB-C
- Batre tahan 130+ jam, dan isi 2 menit aja udah bisa buat 3,5 jam main
Harga €79,99 (sekitar Rp1,3 jutaan). Untuk spesifikasi segitu, ini bikin pasar gaming di 2026 makin panas .
G Pro X Superlight 2 DEX: Kolaborasi dengan Pro Player
Buat lo yang lebih serius, ada varian kolaborasi sama atlet esports top dunia . Desainnya asimetris—spesial buat tangan kanan, biar nyaman buat gaya main apa pun . Spesifikasinya:
Yang bikin beda: “Haptic Inductive Trigger System (HITS)” yang bikin actuation klik bisa diatur dan reset instan. Ini penting banget buat tactical shooter .
G316 X 98: Keyboard 8000 Hz dengan Hot-Swap!
Nggak cuma mouse, Logitech juga luncurin keyboard mekanik G316 X 98. Ini bukan keyboard biasa. Dia punya PCB hot-swap—artinya lo bisa ganti switch keyboard sendiri tanpa solder . Buat lo yang suka modifikasi atau pengen nyobain switch beda, ini surga.
Fitur lain:
- Polling rate 8000 Hz (response time 0.125 ms)
- 98 tombol dengan layout 96% (kompak, tapi masih ada tombol angka)
- Harga mulai $119,99
Sisi Kreator: Tanpa Mouse, Tapi Karya Tetap Jalan
Oke, sekarang dari dunia gaming kita geser ke dunia kreator. Logitech punya produk yang mungkin bikin lo bingung awalnya: MX Creative Console . Ini bukan mouse. Ini adalah keypad + dialpad yang dirancang buat ngerjain tugas kreatif tanpa harus sering pake mouse.
MX Creative Console: Stream Deck-nya Logitech
Console ini terdiri dari dua bagian:
- MX Creative Keypad: Ada 9 tombol LCD yang bisa lo kustomisasi. Layar kecil di setiap tombol bisa nampilin ikon shortcut aplikasi favorit lo . Di sini lo bisa buat sampe 15 halaman per aplikasi .
- MX Creative Dialpad: Ada dial dan roller analog buat kontrol presisi, kayak buat atur brush size di Photoshop atau zoom di timeline Premiere Pro .
Integrasi gila-gilaan: Native integration sama Adobe apps (Photoshop, Lightroom, Premiere Pro, Illustrator), Final Cut Pro, DaVinci Resolve, Figma, dan bahkan Spotify serta Zoom . Terbaru, mereka juga nambahin plugin buat Microsoft Office (Word, Excel, PowerPoint) dan Slack, Notion .
Yang bikin produk ini keren: dia dirancang buat dipake di tangan non-dominan lo. Jadi, tangan kiri lo bisa atur shortcut dan parameter, sementara tangan kanan lo tetep megang mouse atau stylus .
Cara Kerja “Tanpa Mouse”
Lo mungkin mikir: “Masa iya nggak pake mouse sama sekali?” Maksudnya begini: Dengan console ini, lo nggak perlu sering-sering pindah tangan dari mouse ke keyboard buat klik menu atau cari shortcut. Tombol-tombol LCD bisa lo set buat semua perintah yang lo sering pake: ganti kuas, zoom, insert cells di Excel, sampe ganti workspace Slack . Logitech nyebutnya Action Ring—menu melingkar yang muncul di layar, yang bisa lo navigasi pake dial atau roller . Jadi, workflow lo lebih lancar tanpa harus bolak-balik.
3 Hal yang Harus Lo Perhatikan (Common Mistakes)
1. Ngejar 8000 Hz Tanpa Ngecek Spek PC
Polling rate tinggi = beban CPU lebih berat. Kalau PC lo pas-pasan, setting 8000 Hz malah bisa bikin stutter atau input lag . Mulai aja dari 1000 Hz, baru naikin kalau PC lo kuat.
2. Pilih Produk Kreator Buat Gaming, atau Sebaliknya
MX Creative Console itu bukan buat main game. Sensornya cuma 88 Hz (bukan 8000 Hz) . Kalau lo pake buat game, lo bakal ngerasa delay yang bikin mati gaya. Sebaliknya, mouse gaming kaya G305 X SUPERLIGHT nggak punya fitur shortcut kreatif yang dimiliki MX Console. Pilih sesuai kebutuhan lo.
3. Abaikan Kompatibilitas Perangkat Lunak
Produk Logitech G biasanya butuh Logitech G HUB buat setting polling rate, RGB, dan makro . MX Creative Console pake Logi Options+ . Kalau lo pake laptop kantor yang nggak bisa install software tambahan, beberapa fitur bisa nggak jalan maksimal.
Kesimpulan: Dua Dunia, Satu Misi
Jadi, Juli 2026 adalah bulan di mana Logitech ngebuktiin diri mereka bisa melayani dua ekosistem yang berbeda banget:
- Gamer kompetitif: Dapet mouse dan keyboard dengan polling rate 8000 Hz, sensor presisi, bobot super ringan, dan harga yang mulai terjangkau .
- Kreator profesional: Dapet console yang ngebantu mereka melepas ketergantungan pada mouse, mempercepat workflow, dan nambah presisi .
Ini bukan cuma soal jualan produk. Ini soal memahami bahwa di tahun 2026, identitas kita nggak tunggal. Kita bisa jadi gamer yang juga kreator. Dan Logitech pengen jadi satu-satunya brand yang bisa nge-cover dua sisi itu dengan performa kelas atas.


