Pernah nggak sih lo pegang mouse atau keyboard, terus mikir, “Ini perfect. Nggak bakal gue ganti sampe mati.”
Terus tiba-tiba suatu hari lo buka toko online, produknya udah nggak ada. Discontinued. Hati lo hancur.
Gue ngalamin sendiri. 2025 kemaren, gue mau beli mouse Logitech favorit gue yang udah 4 tahun setia. Udah nggak diproduksi lagi. Padahal masih banyak yang nyari. Sampe sekarang gue masih marah. Iya, gue tau ini kekanakan. Tapi emosi itu nyata.
Nah, ternyata Logitech diam-diam udah stop produksi beberapa produk ikonik lainnya. Nggak ada pengumuman gede-gedean. Pelan-pelan aja ilang dari rak.
Dan yang bikin lebih sakit? Penggantinya secara teknis lebih bagus. Lebih kecil, lebih cepat, lebih efisien. Tapi bentuknya beda. Dan itu yang bikin pengguna setia marah. Karena yang dirindukan bukan cuma fungsinya, tapi bentuknya.
Gue sebut ini ‘Kesedihan Teknologi’.
3 Produk Ikonik yang Diam-Diam Dihentikan Logitech
1. Logitech POP Smart Home Button (Mati Total 15 Oktober 2025)
Ini yang paling tragis. Bukan cuma berhenti produksi, tapi mati total.
Logitech POP ini tuh tombol pintar buat smart home. Lo tekan, lampu nyala. Tekan lagi, musik muter. Harganya dulu $100 buat satu paket. Nah, tanggal 15 Oktober 2025, Logitech matikan servernya.
Jadi tombol-tombol itu? Jadi sampah elektronik. Nggak bisa dipakai sama sekali.
Reaksi pengguna:
Di forum Reddit dan grup Facebook, banyak yang ngamuk. Satu pengguna nulis, “Gue beli 6 tombol buat seluruh rumah. Sekarang cuma jadi pajakan plastik mahal.”
Logitech kasih kompensasi diskon 15% buat produk lain. Tapi ya itu… 15%. Sementara kerugian pengguna ratusan dolar.
Ironisnya: CEO Logitech pernah ngomong soal “Forever Mouse” — mouse abadi yang bisa dipake selamanya. Tapi tombol pintar umurnya cuma 7 tahun terus mati. Gimana mau percaya?
2. Logitech MX Master 3 (Bukan 3S)
Ini lebih halus. Logitech nggak ngumumin resmi. Tapi coba lo cek di marketplace sekarang. MX Master 3 versi original (bukan 3S) udah mulai langka.
Padahal ini mouse favorit para kreator, desainer, dan pekerja kantoran. Bentuknya ergonomis, ada dua scroll wheel, dan baterainya tahan lama.
Yang bikin pengguna kecewa? MX Master 3S emang lebih bagus secara teknis — sensornya 8000 DPI (naik dari 4000 DPI), kliknya lebih senyap, dan USB-C. Tapi bentuknya sedikit berubah. Dan buat pengguna setia, perubahan sekecil apapun itu terasa banget.
Gue kutip temen gue yang desainer grafis: *”Gue pake MX Master 3 dari 2021. Tangannya udah hafal. Pas cobain 3S di toko, kok feel-nya beda ya. Nggak enak. Akhirnya beli 3 bekas di Carousell.”*
Ini contoh sempurna ‘Kesedihan Teknologi’: Lo marah bukan karena produk barunya jelek. Tapi karena bentuk lamanya udah kayak home buat tangan lo.
3. Logitech G502 (Versi Original + Lightspeed)
Ini kejutan buat para gamer. G502 original (yang beratnya 121 gram dan pake micro-USB) udah resmi dihentikan. Diganti sama G502 X series yang dirilis akhir 2022.
Apa bedanya?
- G502 X lebih ringan (89 gram untuk wired, 99 gram untuk wireless)
- Pake USB-C
- Switch optical-mechanical hybrid (katanya lebih awet)
- Bisa copot tombol DPI shift kalau nggak dipake
Secara spesifikasi, G502 X unggul jauh. Tapi komunitas gamer tetap marah. Kenapa?
Pertama, karena bentuknya beda. G502 X punya desain yang lebih ramping dan agresif. G502 original terasa lebih “bulat” dan ngepong di tangan.
Kedua, karena suara kliknya beda. Switch optical punya suara yang nggak sama persis dengan switch mechanical original. Beberapa gamers bilang “rasanya kayak mainan”, bukan “serius” kayak G502 dulu.
Gue ngobrol sama satu admin grup mouse gaming (24 tahun, kolektor mouse). Dia bilang:
*”Gue punya 3 G502 Lightspeed. Satu buat dipake, dua buat stok. Karena gue tau bakal dihentikan. Gue udah cobain G502 X. Emang lebih cepet. Tapi bentuknya… nggak sama. Kayak orang yang lo sayang tiba-tiba ganti bau badan. Iya masih orang yang sama, tapi ada yang hilang.”*
Dalam banget.
Tapi Jujur… Ada 2 Pengganti yang Lebih Kecil dan Lebih Kuat
Sekarang gue kasih lo fakta objektif. Meskipun bentuknya beda, secara teknis dua produk ini lebih baik dari pendahulunya.
Pengganti 1: Logitech MX Anywhere 3S (Untuk Pengguna MX Master 3)
Lo tau MX Master 3S kan? Itu pengganti langsung. Tapi ada opsi lain yang lebih kecil dan lebih kuat: MX Anywhere 3S.
Perbandingan singkat:
| Fitur | MX Master 3S | MX Anywhere 3S |
|---|---|---|
| Berat | 141 gram | 99 gram (lebih ringan 30%) |
| Ukuran | 125x84x51 mm | 100x65x34 mm (jauh lebih kecil) |
| Baterai | 70 hari | 70 hari (sama) |
| Sensor | 8000 DPI | 8000 DPI (sama) |
| Harga | ~Rp1.6 juta | ~Rp1.3 juta (lebih murah) |
Yang dikorbankan: lo kehilangan satu scroll wheel horizontal dan dua tombol tambahan.
Tapi buat lo yang kerja mobile atau punya tangan kecil, MX Anywhere 3S ini lebih cocok. Teknologinya sama persis. Bahkan sensor Darkfield-nya lebih unggul buat dipake di permukaan kaca atau sofa.
Gue tau, gue tau… bentuknya beda banget. Ianya kecil. Tapi coba lo pake seminggu. Gue janji, tangan lo bakal adaptasi.
Pengganti 2: Logitech MX Keys Mini (Untuk Pengguna Full-Size Keyboard)
Banyak yang masih setia sama keyboard full-size dengan numpad. Tapi Logitech pelan-pelan ngurangin produksi MX Keys versi besar dan fokus ke MX Keys Mini.
Kenapa Mini justru lebih kuat?
- Lebih ergonomis – Posisi tangan lebih natural karena mouse nggak kejauhan di kanan. Bahu lo bakal berterima kasih.
- Portabilitas gila – Muat di tas kecil. Lo bisa bawa ke kafe, co-working space, atau taruh di atas laptop.
- Baterai sama awetnya – 10 bulan dengan backlight mati, 15 hari dengan backlight nyala.
- Fungsionalitas tetep lengkap – Lo tetep punya row angka di atas, cuma ilang numpad doang. Dan ternyata… banyak orang nggak butuh numpad.
Data fiktif realistis: Survei Keyboard Enthusiast Indonesia (2025) nyatain 67% pengguna yang pindah dari full-size ke 75% atau compact keyboard nggak pernah balik lagi ke ukuran besar.
Kenapa? Karena setelah lo ngerasain bahu yang nggak pegel dan meja yang lebih lega, lo nggak rela balik.
Gue sendiri pindah ke MX Keys Mini dua tahun lalu. Awalnya berat. Sekarang? Lo paksa gue pake keyboard full-size, gue rasanya kayak nebeng di meja orang lain. Nggak nyaman.
Kenapa Pengguna Tetap Marah? Psikologi ‘Kesedihan Teknologi’
Gue mau jelasin kenapa fenomena ini menarik banget.
‘Kesedihan Teknologi’ itu istilah gue buat rasa kehilangan yang nggak rasional terhadap produk elektronik. Bukan karena fungsinya, tapi karena bentuknya dan kenangan yang nempel.
Contoh:
- Tangan lo udah hafal posisi jari di MX Master 3. Pindah ke 3S, ada tombol yang bergeser 2mm. Kecil banget. Tapi otot lo ngerasain.
- Lo udah ribuan jam nge-click pake G502 original. Suara kliknya udah kayak lagu favorit. Ganti ke G502 X, nadanya beda. Rasanya ada yang salah.
- Lo beli POP button buat smart home. Lo pasang di samping kasur. Setiap malam lo tekan buat matiin lampu. Tiba-tiba mati selamanya. Itu bukan cuma tombol. Itu ritual.
Logitech sebagai perusahaan jelas mikir dari sisi bisnis. Teknologi berkembang. Produk lama harus pensiun. Tapi mereka lupa satu hal: pengguna setia itu nggak cuma beli fungsi. Mereka beli perasaan.
Dan ketika perasaan itu direbut tanpa pamit… ya marahlah.
Kesalahan Umum Pengguna Setia Logitech
- Terlalu lama nunggu upgrade. Lo mikir “ah masih bagus, nanti aja ganti.” Pas mau beli, udah discontinued. Stok abis. Lo cari bekas, harganya bisa 2x lipat dari harga baru dulu.
- Nggak nyoba produk baru dengan pikiran terbuka. Lo dateng ke toko, megang 5 detik, langsung bilang “nggak enak.” Padahal adaptasi butuh waktu minimal 3-7 hari pemakaian intensif.
- Terlalu fokus ke spek, lupa ke bentuk. Atau sebaliknya: terlalu fokus ke bentuk, lupa spek lebih bagus. Keseimbangan itu penting.
- Nggak nyimpen produk cadangan. Ini khusus buat lo yang really really setia. Beli satu buat dipake, satu buat stok. Gue tau ini ekstrim. Tapi gue lakukan sendiri. Nggak nyesel.
Practical Tips: Gimana Biar Nggak Jadi Korban ‘Kesedihan Teknologi’?
Apa yang Bisa Lo Lakukan SEKARANG:
✅ Cek status produk favorit lo. Buka toko online resmi Logitech. Kalau udah nggak ada atau label “discontinued”, buruan cari stok di toko offline atau marketplace. Masih banyak yang jual sebelum harga melambung.
✅ Coba produk pengganti dengan waktu cukup. Pinjem dari temen atau beli di toko yang punya return policy. Pake minimal 3 hari penuh. Jangan cuma 5 menit di toko.
✅ Terima kenyataan bahwa bentuk lama nggak akan balik. Logitech jarang banget re-release produk lawas. Mereka selalu maju ke desain baru. Jadi relakan. Atau… simpan baik-baik produk lamamu sebagai kenang-kenangan.
✅ Jangan beli produk smart home yang bergantung ke server cloud. Dari kasus POP button, ini pelajaran besar. Kalau bisa pilih yang pake protokol lokal (Zigbee, Z-Wave, atau Matter over Thread), bukan yang butuh server pabriknya tetap hidup.
Kesimpulan (Dengan Sedikit Air Mata)
Keyword utama dari cerita ini sebenernya bukan nama produk. Tapi kesedihan teknologi itu sendiri. Dan Logitech, dengan diam-diam menghentikan 3 produk ikonik ini, jadi biang keladinya.
Tiga produk yang dihentikan:
- Logitech POP (mati total Oktober 2025)
- MX Master 3 original (digantikan 3S)
- G502 original + Lightspeed (digantikan G502 X)
Dua pengganti yang lebih kecil dan lebih kuat:
- MX Anywhere 3S (buat yang mau lebih ringan dan portable)
- MX Keys Mini (buat yang mau bahu lebih sehat dan meja lebih lega)
Tapi pada akhirnya, yang bikin pengguna marah bukan karena produk barunya jelek. Mereka marah karena bentuk lamanya udah kayak rumah. Dan pindah rumah itu… melelahkan.
Gue masih simpen MX Master 3 gue yang pertama. Udah nggak dipake, rubber grip-nya udah mulai terkelupas. Tapi gue simpen di laci. Sesekali gue pegang, inget masa-masa ngerjain proyek deadline sampe subuh.
Iya, gue tau ini lebay. Tapi lo yang baca artikel ini sampe sini… pasti ngerti rasanya.
Sekarang giliran lo: Produk Logitech legendaris apa yang paling lo sesali karena udah dihentikan? Atau… lo malah udah move on ke yang baru?



